Ipsos, sebuah perusahaan riset pasar, baru-baru ini mengumumkan hasil survei Asiabus terhadap 1040 orang di rentang usia 15-64 tahun yang berdomisili di kota-kota besar, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan.

Berdasarkan riset tersebut ditemukan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menghabiskan dana hingga Rp 2 juta untuk keperluan Hari Raya Lebaran. Jika ditilik dari kota-per-kota, 52% warga Jakarta tergolong yang menghabiskan dana sampai Rp 2 juta, dan 19% menghabiskan dana di bawah Rp 1 juta, sedangkan sisanya menghabiskan dana di atas Rp 2 juta. 

Sementara itu, warga Surabaya sebanyak 34% menghabiskan dana Rp 2 juta dan 36%-nya menghabiskan dana di bawah Rp 1 juta. Lalu, 45% warga Medan cenderung mengeluarkan biaya hingga Rp 2 juta, dan 29%-nya di bawah Rp 1 juta Rupiah. Sedangkan warga Bandung, justru hanya 21% yang menghabiskan biaya sampai Rp 2 juta, sedangkan mayoritas 63%-nya di bawah Rp 1 juta.

Untuk warga kota Jakarta, Medan, dan Surabaya, tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji merupakan dua sumber dana yang biasa mereka digunakan untuk perayaan Lebaran. Selain itu, seumber dana lain juga diperoleh dari keuntungan usaha, tabungan, pemberian keluarga, bonus dan paling sedikit dari investasi. Dibandingkan warga kota lainnya, warga Bandung justru mayoritas lebih mengandalkan keuntungan usaha dibandingkan THR sebagai sumber dana utama untuk merayakan Lebaran.

Untuk apa sajakah dana tersebut dihabiskan? Dari survei ini diketahui bahwa sebagian besar (92%) menjawab dana tersebut hendak digunakan untuk membeli makanan dan minuman; 77% untuk belanja baju, elektronik dan oleh-oleh; 72% untuk sanak saudara; dan 67% untuk zakat. Konsumsi lainnya, antara lain untuk bersantai (58%), bepergian (50%), sedekah (35%), dan hanya sedikit yang menjawab untuk penginapan dan ditabung.
Hal menarik lain dari survei ini menunjukkan bahwa separuh lebih (58%) warga Indonesia yang diwakili oleh keempat kota besar tersebut, merayakan Lebaran di kota domisili atau dimana mereka tinggal, dan sisanya (42%) mudik ke kampung halaman. Sedangkan warga yang paling banyak merencanakan mudik antara lain warga Surabaya (62%), disusul warga Bandung (38%), warga Jakarta (36%), dan warga Medan (24%). 

Jika ditilik dari status sosial ekonomi, secara keseluruhan, SEC (Social Economy Classification) E termasuk dalam kategori yang paling banyak mudik (52%). Baik yang berada di dalam kota maupun yang mudik ke kampung halaman, aktivitas yang dilakukan kebanyakan adalah mengunjungi sanak saudara dan handai taulan (85%), serta menerima mereka di rumahnya (70%). Disusul dengan beristirahat di rumah (53%), pergi ke tempat hiburan (41%), dan pergi ke pusat perbelanjaan (36%).

Lalu bagaimana warga yang tidak merayakan Lebaran di empat kota besar ini menghabiskan waktu libur Lebaran? Sebanyak 73% menyatakan beristirahat di rumah, 56% mengunjungi sanak-saudara dan handai taulan, 38% mengunjungi pusat perbelanjaan, 31% menerima sanak saudara dan handai taulan di rumahnya, dan 19% bepergian ke tempat rekreasi.

sumber : mix