Untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta lapangan kerja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengembangkan berbagai kebijakan dan program. Salah satu program yang telah dikembangkan adalah program Co-op (Cooperative Education Program) sejak tahun 1998. 
Kemudian, dengan tujuan untuk membentuk wirausaha melalui pendidikan tinggi, mulai tahun 2003 dikembangkan program Co-op yang memberikan kesempatan belajar bekerja secara terpadu pada UKM.
Kebijakan dan program penguatan kelembagaan yang mendorong peningkatan aktivitas berwirausaha dan percepatan pertumbuhan wirausaha–wirausaha baru dengan basis Ipteks sangat diperlukan. Atas dasar pemikiran tersebut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengembangkan Program Mahasiswa Wirausaha PMW. 
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), sebagai bagian dari strategi pendidikan di Perguruan Tinggi, dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat berwirausaha dan memulai usaha dengan basis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan magang, penyusunan rencana bisnis, dukungan permodalan dan pendampingan usaha. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan.
I.    Sistematika Usulan Kegiatan PMW 

Sampul Proposal Business Plan
Lembar Halaman Pengesahan
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar

A. Judul Kegiatan Usaha
Singkat, spesifik, dan jelas sehingga dapat memberikan gambaran mengenai kegiatan PMW yang diusulkan lengkap dengan lokasi usahanya.
 

B. Latar Belakang
Mendeskripsikan alasan memilih usaha tersebut, kondisi persaingan usaha, masih terbukanya peluang usaha serta prospek usaha di masa yang akan datang. Kemukakan juga hal-hal yang mendorong dilakukan kegiatan usaha tersebut dan uraikan proses dalam mengidentifikasi peluang usaha.
 
C.  Diskripsi Produk
Mendiskripsikan karakteristik keunikan produk, ciri-ciri dan orisinalitas produk sebagai luaran usaha yang mendasarkan diri kepada IPTEKS. Bila sudah ada produk sejenis, keunikan dan keunggulan produk perlu dikemukakan.
 
D. Analisis Persaingan dan Target Pasar
Mendiskripsikan segmen pasar yang akan dituju, serta resiko kompetisi dari produk komplementer dan substitusi terhadap usaha yang akan dilakukan. Dapat pula digambarkan mengenai perspektif masa depan usaha/produk, analisis persaingan serta ramalan tentang usaha/produk yang dihasilkan.
 
E. Aspek Mekanisme Operasional Produk
Mendiskripsikan metode, cara atau proses yang menghasilkan produk yang ditawarkan pada usaha. Karakteristik proses produksi tenaga kerja, peralatan perlu dijelaskan. Faktor-faktor produksi yang telah ada dan siap dipakai di dalam proses perlu pula diutarakan. Di sini dapat juga dicantumkan jumlah dan jenis mesin yang digunakan, kapasitas produksi, rata-rata jumlah produksi, sumber bahan baku, kualitas dan kuantitas bahan baku, dan manajemen persediaan.
 
F. Aspek Rencana Pemasaran Produk
Mendiskripsikan target-target pemasaran, fokus yang dituju, skala pemasaran yang direncanakan serta besaran margin usaha yang diharapkan. Disini juga dijelaskan sistem distribusi, penetapan harga produk, promosi yang akan dilakukan, konsumen sasaran, wilayah pemasaran, pengembangan produk serta rata-rata penjualan.
 
G. Aspek Rencana Anggaran dan Keuangan
Mendiskripsikan indikator kelayakan usaha rencana penggunaan anggaran serta pelaporan perkembangan usaha dan arus kas. Sertakan juga gambaran dari perencanaan permodalan, neraca permulaan usaha, proyeksi aliran kas, analisis titik impas (BEP) serta sumber permodalan, dan alokasi penggunaan.
 
H. Analisa SWOT
Mendiskripsikan Kekuatan dan Kelemahan usaha yang diusulkan serta Peluang dan Ancaman yang akan dihadapi usaha yang diusulkan.
 
I. Jadwal Kegiatan
Buatlah jadwal kegiatan PKM secara rinci, meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan dan penyusunan laporan dalam bentuk Bar-chart. Bar-chart memberikan rincian kegiatan dan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. Untuk menghindari keterikatan waktu pelaksanaan dengan periode waktu tertentu, usahakan tidak menggunakan nama bulan secara eksplisit dalam penjadwalan rencana kegiatan. Sebagai contoh, untuk menggambarkan urutan waktu pelaksanaan, gunakan kata “bulan ke-1, “bulan ke-2”, dan seterusnya, bukan bulan Maret, bulan April, dan seterusnya.
 
J.    Lampiran
a.    Biodata ketua serta anggota kelompok
b.    Kesepakatan kelompok dengan bentuk persekutuan perdata (Lampiran 3)
c.    Kesanggupan semua peserta untuk mengikuti seluruh kegiatan (Lampiran 4)